“Tambang “Emas” di
Pinggiran Kota Jakarta”
Oleh : Habiburosid
Jakarta 17 mei 2015,
serangkaian acara PKM UNJ 2015 telah berakhir pada hari Sabtu, tanggal 16 mei
2015 yang bertempat di daerah Kampung Sawah Rt 006 Rw 001 Penas Kalimalang,Jakarta
Timur. Acara tersebut di akhiri dengan ramah tamah antara warga sekitar dan
mahasiwa UNJ,serta peresmian aula baru yang di resmikan oleh PR3 UNJ bapak
Sofyan. Acara penutupan PKMUNJ 2015 terasa cukup sakral, karena suasana di aula
itu sangat beraneka ragam, antara sedih, senang, lelah, bangga, haru, dan lain
sebagainya. Rasanya tidak ingin melewatkan waktu sedetikpun di acara penutupan
tersebut. Namun waktu terasa begitu cepat berlalu, malam menyapa kami dengan
amat ramah sehingga pancaran senyuman terpancar dari semua golongan pada malam
perpisahan PKMUNJ 2015.
Acara PKMUNJ 2015
dilaksanakan pada tanggal 9-16 mei 2015 dengan rincian agenda seperti berikut :
1.
9 mei 2015 analisa sosial dengan waktu ±4
jam, serta merumuskan apa saja yang dibutuhkan pada daerah tersebut dan didapatkan
masalah yaitu aula yang tidak terbentuk, MCK yang tidak memadai atau tidak
terawat, penerangan yang kurang merata,sarana pendidikan, mushola yang
kekurangan canopy, dan jalanan jiakalau banjir maka akan terputus. Maka para
peserta dan panitia berdiskusi dan sepakat bahwa masalah yang ada tersebut akan
mereka atasi atau mengurangi masalah yang ada. Mereka menanggarkan kegiatan
pengabdian ini dengan anggaran Rp. 15.000.000,- untuk merealisasikan pengabdian
tersebut. Panitia memberikan targetan kepada peserta untuk mencari dana dalam
waktu ±3,5 jam untuk menggumpulkan total Rp.15.000.000,- dari 10 kelompok yang
ada pada PKMUNJ 2015. Setiap kelompok minimal menggumpulkan dana Rp.1.500.000,-.
Setiap kelompok segera bergegas dengan cara mereka masing-masing untuk
mengumpulkan dana sebanyak mungkin. Mulai dari berjualan hingga ngecrek mereka
lakukan. Entah berapa banyak keringat yang telah menetes di tanah Jakarta yang
mereka jamah untuk mencari dana. Setiap tetes keringat yang jatuh memiliki
harapan dari mahasiswa yaitu masih adanya orang yang mau mendengarkan dan
memperdulikan saudara-saudara kita di pinggir sana. Jerih payah para peserta
terbayar cukup manis karena dalam waktu yang terbilang amat singkat mampu
menggumpulkan dana Rp.12.300.000,-. Kekurangan dana tersebut mampu teratasi
kesokan harinya. Panitia memberikan arahan bahwa pengambdian ini full selama 1
minggu namun dengan fleksibelitas waktu kehadiran yaitu dibagi atas 5 gelombang
kehadiran dari pukul 06-08, 08-10, 10-12, 12-14, 14-16 dan 16-selesai. Untuk yang
putra membatu pembangunan dan yang putri membantu mencerdaskan anak-anak
sekitar dengan mengajar mereka. Setelah pembagian prosedur mereka dipersilahkan untuk pulang kerumah
masing-masing.
2.
10 mei 2015, pengabdian hari pertama di
fokuskan pada pembangunan aula dengan kolaborasi antara warga sekitar dan
mahasiswa. Pembangunan aula tersebut tidak sesua target karena aula tersebut
selesai dalam waktu 2 hari dari target yaitu 1 hari. Meskipun demikian tidak
memudarkan semangat para mahasiswa dan warga .
3.
11 mei 2015, pengabdian hari kedua masih
memfokuskan pembangunan aula, namun mulai ada kendala yaitu mahasiswa dan warga
yang berkurang SDMnya karena hari senin para warga disibukan oleh aktivitas
mereka untuk menyambungkan kehidupan mereka. Namun pak RT tetap semangat dan
para mahasiswa yang hadir merasakan semangat juang pak RT tersebut. Apalagi semangat
semakin terasa saat anak kecil disana turut membantu dalam proses pembangunan
aula.
4.
12 mei 2015, pengabdian hari ketiga
mulai memfokuskan kepada pembangunan MCK yang ada disana. Tahap awal
pembangunan MCK dilakukan di MCK yang dekat dengan aula.
5.
13 mei 2015,pengabdian hari keempat
masih tahapan pembangunan MCK. Pembangunan MCK ini dikerjakan oleh warga
sekitar karena keprofesionalan para warga sekitar.
6.
14 mei 2015,pengabdian hari kelima aula
dan MCK mulai terlihat perbaikan yang sudah terjadi tinggal finishing touch. Mahasiswa
menanam pohon angsana di pinggir sungai untuk memperindah dan menguranggi
dampak banjir.Mahasiswi mulai membentuk team untuk persiapan pensi yang akan
diadakan hari terakhir pengabdian.
7.
15 mei 2015,pengabdian hari keenam mulai
memasuki tahap akhir dari perealisasian masalah yang ada di daerah tersebut. Mushola
sudah dipasang canopy. Persiapan pensi yang mulai digencarkan latihanya. Berikut
pensi yang akan dibawakan pada hari sabtu : menyanyi lagu nasional, pembacaan
puisi, menari YRK, menari Manuk Dadali, menyanyi Ini Kisah Rasul, marawis,
paduan suara anak paud dan ditutup dengan ramah tamah.
8.
16 mei 2015, hari terakhir pengabdian
masyarakat. Sudah terealisasikan apa yang telah mahasiswa rumuskan pada hari
sabtu 9 mei 2015. Perasaan yang amat sedih dengan waktu yang amat sebentar. Perasaan
amat bangga dengan waktu yang amat sebentar. Setelah menanam inilah waktunya
memanen buah yang amat lezat dan manis ini.
Itulah serangkaian
acara yang telah dilaksanakan selama pengabdian PKMUNJ2015. Pak RT berpesan
kepada seluruh peserta dan panitia “setelah peresmian dan penutupan agenda ini,
jangan sampai berhenti untuk kemari karena mereka (anak kecil) butuh bimbingan
dan arahan agar lebih terdidik untuk generasi muda yang labih baik”. Pak RT
berharap agar kaka mahasiswa tetap mengadakan agenda ke daerah tersebut agar
apa yang telah dibangun bersama mampu di jaga bersama juga. Anak-anak di daerah
sana memiliki banyak potensi yang mampu dikembangkan dan dikelola dengan baik,
maka akan menciptkan generasi muda yang cukup baik. Di daerah kampung sawah,penas
kalimalang ibarat tambang emas yang takan pernah habis walaupun dikeruk
sebanyak mungkin. Namun tambang emas tersebut hanya bisa tercemar oleh
orang-orang yang bertanggung jawab. Ada beberapa hal yang membuat penulis
mersakan amat berat untuk meninggalkan tempat tesebut saat salah seorang anak
bernama Raihan bertanya kepada saya “kaka mau pulang ? udah ga kesini lagi ka ?
terus kapan kaka mau kesini lagi ? kapan kita mau latihan Ini Kisah Rasul lagi
?” JLEB ! tubuh yang lemah ini seperti terbakar oleh semangat dan harapan dari
generasi muda warga kampung sawah. Memang amat berat meninggalkan generasi muda
yang amat membutuhkan arahan dan bimbingan dalam menghadapi kehidupan yang amat
banyak ujian nanti. Setiap manusia akan merasakan ujian dari ALLAH, namun tuhan
sangatlah adil, ALLAH tidak akan memberikan cobaan kepada setiap umat manusia
yang melebihi kapasitas kemampuan dirinya.
Mungkin cuma ini yang
mampu tertuangkan oleh kata-kata yang mampu mengambarkan sebagian kecil
kegiatan PKMUNJ2015 dan tambang emas di
pinggiran kota Jakarta..
#PKMUNJ 2015
#LeadingTheChange
#KontribusiInspirasiUntukNegeri
Assalammualaikum..