Senin, 04 Mei 2015

"Perjalan PKMUNJ 2"



PKM UNJ 2
Oleh : Habiburosid
Jakarta,Senin 4 Mei 2015 telah berakhirnya PKMUNJ 2015 yang diadakan di daerah Karawang,Jawa Barat selama 3 hari 2 malam pada tanggal 1-3 Mei 2015. Agenda tersebut memiliki tema “Leading The Change” yang memiliki tujuan untuk memantaskan diri apakah kita siap menjadi seorang negarawan,membentuk kader-kader yang siap menjadi penerus bangsa ini dan sekaligus output dari PKMJ dan PKMF berupa pengabdian masyarakat di daerah tersebut.  Agenda ini dipanitikan oleh 31 mahasiswa dan 113 peserta dari semua fakultas yang ada di UNJ kecuali mahasiswa FIK yang tidak hadir di agenda tersebut.
Sebelum lanjut ke agenda yang diadakan di Karawang tersebut, para peserta dan panitia berkumpul di Stasiun Kota di daerah Jakarta Pusat kawasan Kota Tua pada pukul 08.00 WIB untuk mengantri tiket kereta dan berangkat menuju tempat diberlangsungkanya agenda tersebut. Kereta yang peserta dan panitia naiki jurusan Jakarta Kota-Purwakarta yang jam keberangkatanya pukul 10.15 WIB. Selama perjalanan para peserta bercengkrama satu sama lain menanyakan asal fakultas, jurusan, asal tempat tinggal, hingga amanah di BEMJ ataupun di BEMF dan amanah yang lainya. Perjalanan menuju stasiun Karawang sekitar 1 jam 45 menit. Sesampainya di Stasiun Kereta para peserta dan panitia laki-laki bergegas menuju masjid untuk melakasanakan shalat Jumat.
Keberangkatan menuju tempat tujuan selepas shalat jumat dengan menyater angkot yang ada di satsiun dengan biaya sewa Rp.150 ribu per-angkot,harga tersebut tidak terlalu mahal karena letak dan jalan tempuhnya yang cukup jauh. Perjalanan menuju lokasi cukup panjang dan melelahkan karena ada beberapa jalanan yang tidak rata sehingga bergelombang, namun hal tersebut tidak mematahkan semangat para peserta. Pemandangan persawahan cukup mengikikis rasa lelah selama perjalanan. Sekitar 1 jam 30 menit diperjalanan akhirnya para peserta dan panitia sampai di lokasi PKMUNJ 2015 di Pantai Pisangan Ceremai.
Sesampainya, para peserta briefing di halaman depan masjid di lingkungan sekitar. Briefing di hadiri oleh Pak Udet selaku Kabag Kemahasiswaan UNJ. Pembukaan diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia PKMUNJ, dilanjutkan dengan ketu BEM UNJ dan dibuka oleh pak Udet. Pak Udet memberikan arahan dan semangat dari pak Udet “kalian adalah orang yang terpilih dan kalian adalah orang yang mewakili dari 32000 mahasiswa yang berkuliah di UNJ sebagai calon penerus pemimpin-pemimpin negara ini, terus semangat dan jaga nama baik kampus.” Setelah pak Udet memberikan sambutan, beliau pun meresmikan agenda PKMUNJ 2015 ini.
Setelah agenda ini dibuka dan diresmikan,panitia bergegas membagikan tempat penginapan yang bertempat di rumah-rumah warga dengan tujuan agar para peserta mandiri dan mampu mengabdi kepada pemilik rumah. Pembagian rumah penginapan sedikit mengalami kendala karena kelompok 6, belum mendapatkan rumah penginapan hingga magrib. Akhirnya setelah shalat magrib panitia mendapatkan rumah untuk kelompok 6 menginap dan menetap selama 3 hari 2 malam. Selepas bertemu keluarga baru (pemilik rumah) para peserta menuju Lembaga pemerintahan yang dikunjungi antara lain : kemensos, ESDM, kemenristek, kemendikbud, kemkominfo, kemendag, kemenpora, kemenkeu, dan kemenag. Presentasi ini berdurasi 10 menit masing-masing kelompok untuk mempresentasikan dan tanya-jawab. Acara berlangsung cukup kondusif, namun karena kehadiran peserta yang cukup telat dalam kedatangan ke masjid maka waktu presentasi menjadi mundur dan pada pukul 22.00 WIB para peserta di kemabalikan kerumah penginapan masing-masing untuk istrahat dan acara presentasi dilanjutkan esok harinya.
Keesokan harinya acara dilanjutkan dengan presentasi kelompok dan materi. Materi tersebut berisi tentang “counter inteligent” dibawakan oleh bang Abdul Aziz. Bang Abdul Aziz memberikan sebuah pertanyaan sebelum masuk kedalam materi “apa sih intelijent itu?” beberapa orang peserta menjawab pertanyaan tersebut dan memiliki inti yang sama yaitu “seseorang atau kelompok yang memiliki tugas khusus untuk mencari data yang valid.” Menurut bang Abdul Aziz seorang intelijent itu “mereka bisa siapa saja dan tampilan seperti apa saja untuk mencari kevalidan data dari orang yang mereka targetkan, dan seorang inteligent tidak berhak untuk menangkap target sasaran,karena tugasnya hanya mencari data yang valid.”
Setelah materi tersebut dilanjutkan dengan presentasi terkait kunjungan ke beberapa BEM yang ada di jabodetabek. Seperti : BEM UPI,BEM UI,BEM ITB dan lain sebagainya. Acara selanjutnya yaitu materi dari bang Akmal Dicky terkait “Public Relation”. Bang Akmal Dicky mengajak kita untuk berfikir terkait “kenapa Indonesia pada zaman dahulu sangat ditakuti negara lain,bahkan sampai negara adidaya seperti Amerika Serikat pun takut dengan Indonesia?” banyak jawaban dari para peserta PKMUNJ yang menjawab pertanyaan dari bang Akmal Dicky,seperti “Indonesia memiliki pemimpin yang hebat, moral bangsa yang kuat, tentara yang kuat baik di darat,laut maupun udara, dan lain sebagainya.”
Malam terakhir di wilayah tersebut diisi ramah tamah dengan warga sekitar, dengan tujuan agar kita mengenal mereka dan mereka mengenal kita. Suasana malam itu terasa sangat dingin,meskipun demikian tidak mengurangi rasa keharmonisan dari kita semua. Keesokanya para peserta PKMUNJ melakukan pengabdiaan sosial dengan membersihkan keadaan lingkungan sekitar pantai dan memperbaiki jalanan yang rusak akibat kurang perawatan dan becek selepas hujan.
Dari kedua materi pada PKMUNJ 2 ini, banyak mendapatkan pelajaran yang amat berharga terkait pola pemikiran kita tentang bagaimana mempertahankan sesuatu yang telah kita raih agar momentum itu terus terjaga meskipun akan banyak yang coba untuk menghancurkan momen tersebut. Secara tersirat saya menangkap materi tersebut sebagai “ kita adalah bangsa yang kuat dengan berdasarkan kearifan lokal dari bangsa ini serta semangat juang yang tiada henti, namun tidak melupakan bagaimana menandingi orang-orang yang coba ingin menghancurkan kita. Kita memiliki waktu untuk melawan, dan juga untuk bertahan. Strategi dan penyusunan kekuatan merupakan faktor yang amat penting dalam meraih dan menjaga keberhasilan yang diraih dari kesusah dan berakhir dengan kebahagiaan.”
“kenikmatan itu merupakan hasil jerih payah, namun kebahagiaan merupakan akibat dari perkembangan kenikmatan.”
#LeadingTheChange
#BerkontribusiMenginspirasiuntukNegeri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar