Jumat, 17 April 2015

PKMU 1



PKMUNJ 1 2015
Jumat 17 April 2015
Oleh : Habiburosid

Pada pelatihan kepemimpinan mahasiswa tingkat Universitas sangatlah berbeda dengan pelatihan kepemimpinan mahasiswa tingkat jurusan maupun fakultas. Pelatihan kepemimpinan mahasiswa tingkat Universitas lebih disiplin dalam pemberian suatu penilaian terhadap semua peserta dan penilaian tersebut merupakan suatu pencapaian apakah ia lolos pelatihan tingkat universitas atau tidak. Penilaian tersebut berupa : Penugasan (baik individu maupun tugas kelompok), Kedisiplinan, Etika, Keaktifan, dan lain sebagainya. Pelatihan kepemimpinan mahasiswa tingkat universitas bertujuan untuk menyiapkan mental para aktivis-aktivis kampus,seberapa siapnya mental mereka untuk terjuan di masyarakat. Lalu untuk mengembangkan potensi pada karakteristik masing-masing individu agar tereksplore dengan efektif dan efesien.
Hari ini Jumat 17 April 2015, merupakan suatu langkah awal dalam rangkaian PKMUNJ 2015. Dimana terdapat 2 materi yang berjudul : Manajemen Isu oleh bang Defrizal dan Rekayasa Sosial oleh bang Adam Irham. Sebelumnya moderator berpesan bahwa “sebuah materi itu,ibarat sebuah bekal yang akan dibawa dan diaplikasikan dalam dunia nyata”.
Sebelum materi tentang manajemen isu dijabarkan bang Defrizal menceritakan perjalan karirnya di dunia aktivis. Bang Defrizal merupakan salah satu mantan mahasiswa FIK UNJ yang mampu menunjukan taringnya bahwa anak FIK mampu berkontribusi nyata dalam hal sosial politik. Di dalam jiwa Bang Defrizal terdapat jiwa aktivis yang amat kuat dan kokoh, terbukti dari awal ia ingin masuk kuliah. Awalnya ia melihat para pendemo di salemba, ia merasa para pendemo itu sangat gigih dan keren. Mereka turun ke jalan lalu menyampaikan aspirasi. Dengan rasa penasaranya tersebut maka bang Defrizal ingin menjadi seorang mahasiswa agar bisa seperti para pendemo itu. Bang Defrizal bukanlah orang yang memiliki banyak harta, namun dengan kegigihanya pada waktu itu belajar agar bisa lolos SBMPTN, akhirnya ia membeli buku les NF dan mempelajarinya. Selain itu bang Defrizal merupakan atlet panahan. Ia belajar dan belajar hingga akhirnya ia diterima di FIK UNJ. Awalnya ia tidak percaya apakah itu hasil tes saya atau rekomendasi karena saya atlit panahan. Setelah sedikit bercerita tentang karirnya, akhirnya masuk ke materi MANAJEMEN ISU.
Manajemen Isu merupakan pengelolaan suatu opini publik yang belum pasti kebenaran maupun kepalsuanya. Manajemen Isu merupakan suatu cara untuk membuat masyarakat menjadi tidak fokus dengan permasalahan yang sebelumnya sedang dikajikan. Namun manajemen isu mampu memberikan suatu perubahan yang cukup signifikan. Setiap aktivis, haruslah memiliki suatu konsep yang cukup baik dalam menanggapi suatu isu yang sedang berkembang di masyarakat. Dengan berfikir tenang, maka akan menghasilkan ide yang cemerlang yang mampu membedakan antara aktivis dan mahasiswa biasa. Isu itu harus dibangun dengan sinergisitas antara kelompok dengan kelompok lain agar menjadi besar dan sulit untuk dijatuhkan isu tersebut. Namun pada pengaplikasianya saat ini, banyak terjadinya pemutar balikan opini sehingga masyarakat awam menjadi kebingungan antara benar atau salah dari suatu isu tersebut. Disini peran mahasiswa sangatlah penting sebagai penerus bangsa dan penyambung lidah rakyat. Dalam menanggapi suatu isu, diperlukannya sumber-sumber yang terpercaya atau orang yang ahli pada bidangya agar isu tersebut dapat kita terima dengan baik dan tidak menyesatkan msayarakat. Mahasiswa haruslah responsif terhadap kejadian yang ada di kalangan masyarakat akhir-akhir ini. Karena bang Defrizal berkata “saya gabutuh orang lain,saya butuh allah”. Lalu bang Defrizal melakukan tugasnya dengan sebaik dan seprofesional mungkin buktinya bang Defrizal melakukan apapun yang ia bisa tanpa menunggu orang lain melakukanya.
“Tenang, Fokus, Berani, dan Menang!” merupakan suatu Motto bang Defrizal yang cukup membangkitkan semangat kita para calon penerus-penerus pejuang yang tak kenal lelah demi Indonesia yang lebih baik lagi.
Hidup Mahasiswa ! Hidup Rakyat Indonesia !

Materi yang kedua yaitu Rekayasa Sosial yang dibawakan oleh bang Adam Ihram. Sebelumnya moderator bertanya : Pemimpin itu harus memiliki apa yang paling penting ? maka dijawabnya yaitu kejujuran yang paling penting. Karena dengan kejujuran itu maka hal-hal yang merugikan dirinya dan orang lain tidak akan ia kerjaakan atau lakukan.
Bang Adam Ihram berpendapat bahwa UNJ adalah pusat pergerakan mahasiswa Indonesia. Karena letaknya yang strategis dengan beberapa kantor pemerintahan Indonesia. Namun banyak dari mahasiswa yang tidak menyadari itu, jikalau mahasiswa UNJ tau itu, maka mereka akan merasa bangga berkuliah di UNJ. Dengan banyaknya mahasiswa baru yang beranggapan bahwa UNJ hanyalah kampus yang biasa-biasa saja,itu merupakan suatu rekayasa sosial yang dibuat agar mahasiswa UNJ tidak merasa dengan kampus tercintanya. Rekayasa merupakan suatu cara orang untuk menipu secara halus agar seseorang menganggap itu seolah benar-benar terjadi dan menjadi fakta. Berikut merupakan contoh Rekayasa Sosial yang diberikan oleh bang Adam :
1.    Perang Amreka Serikat dengan Vietnam.
2.    Konflik Nazi dengan Yahudi.
3.    Soekarno di zaman orde baru.
4.    Rekayasa lalu lintas.
5.    Rekayasa cuaca.
Dari beberapa contoh rekayasa tersebut, kita sebagai mahasiswa haruslah cermat dan tidak mudah mengambil suatu keputusan dari suatu permasalahan yang ada. Perlulah kajian untuk memperdalam pengetahuan kita agar kita tidak menjadi korban dalam suatu rekayas sosial. Ketika kita tidak tau apa-apa dari suatu persoalan maka kita bisa menjadi korban rekayasa. Dengan adanya rekayasa ini memiliki dampak yang amat pedih, karena akan tertutupnya mana yang asli dan mana yang palsu, mana yang benar dan mana yang salah. Jika sudah seperti ini, maka cara terbaik adalah mendekatkan diri kepada tuhan dan minta petunjukNYA agar rekayasa itu dapat terbukti apakah itu benar atau tidak.
Dari kedua materi hari ini dapat disimpulakan bahwa sejatinya mahasiswa haruslah memiliki suatu konsep dalam menjalani kehidupanya,agar montal yang telah terbentuk mampu berkembang dan menjadi suatu kekuatan dalam menghadapi dunia yang amat penuh dengan rekayasa. Sikap yang responsif dalam suatu persoalan amatlah penting, namun tidak gegabah dalam mengambil suatu keputusan. Sinergisitas merupakan salah satu kunci sukses dari mahasiswa untuk mencapai tujuan dalam menjalankan tugasnya sesuai tridarma perguruan tinggi.
#PKMUNJ 2015
#LeadingTheChange
#KontribusiInspirasiUntukNegeri
“ketika sang gajah mati terinjak oleh semut.”#HR9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar